Chit Chat Tentang Hidup 2

Hidup sendiri di tanah rantau benar benar berat ternyata. Aku yang dulu masih sangat sempit pikirannya, membayangkan bagaimana bahagianya hidup sendirian. Terbebas dari orang tua dan segala kekangannya. Dulu, dulu aku berpikir seperti itu. Dan menggebu gebu untuk segera pindah secepatnya.

Maka terjadilah, disini aku sekarang. Sudah dua tahun mencoba hidup sendiri. Yaa, masih mencoba belum terbiasa. Bisa dikatakan aku menyesal. Mengapa? Karena jujur aku tipe yang senang melarikan diri ketika lagi ada masalah dan ketika pulang ke rumah ada kehangatan dari keluarga. Anggap saja aku sedang penat dengan dunia kampus, seharusnya aku bisa menenangkan diri ketika pulang. Namun, rasanya hampa di kosan, tak ada kehangatan. Sendirian dan kesepian.

Jangan tanya, setiap hari aku pasti menangis. Ntah untuk apa. Ntah karena apa. Jatuh saja tanpa sebab kadang. Aku lelah Tuhan. Jujur. Semakin hari kesendirian dan kesepian ini membuat ku semakin sakit.

Bagaimana rasanya? Susah untuk dijelaskan. Hingga 2 tahun berlalu aku masih belum menemukan solusinya. Bahkan terkadang aku seperti ingin menghilang saja dari dunia ini.

Ya katakanlah aku mahluk yang tidak bersyukur...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEANEKARAGAMAN BUDAYA menurut John J. Macionis

STRATIFIKASI SOSIAL menurut John J. Macionis

HEADLINE KOMPAS.COM : KPK SITA UANG RP 4 MILIAR DAN 13 KENDARAAN BUPATI MOJOKERTO