KELUARGA menurut John J, Macionis
Teori
Keluarga
Pendekatan
Struktural dan Fungsional dalam keluarga berfungsi untuk membantu anggota
keluarga terjun ke dalam masyarakat dengan baik.
1.
Sosialisasi
anak-anak untuk membantu mereka menjadi anggota masyarakat dengan integrasi
yang baik.
2.
Regulasi
aktivitas seksual untuk mempertahankan kekerabatan
3.
Memberikan
anak identitas sosial dalam masyarakat yaitu berupa ras, etnis, agama, dan
kelas sosial.
4.
Menyediakan
bahan dan dukungan emosional kepada anggota keluarga.
Pendekatan
Sosial dan Konflik
yaitu cara dimana keluarga mengabadikan kesenjangan sosial.
1.
Keluarga
menjamin kelanjutan dari struktur kelas dengan memberikan kekayaan untuk
anak-anak mereka.
2.
Keluarga
memberikan peran gender dengan menetapkan bahwa laki-laki sebagai kepala rumah
tangga dan untuk perempuan diberikan tanggung jawab untuk membesarkan anak dan
mengurus pekerjaan rumah tangga.
3.
Kecendrungan
orang-orang untuk menikah dengan orang lain yang memiliki ras dan etnis yang
sama.
4.
Pendekatan
simbolik dan interaksi menggambarkan bagaimana anggota keluarga membangun
ikatan emosional dalam perjalanan kehidupan keluarga sehari-hari.
Tahapan
Kehidupan Keluarga
Keluarga adalah
institusi yang dinamis. Tidak hanya keluarga itu sendiri berubah dari waktu ke
waktu, tetapi pengalaman itu sendiri juga ikut berubah. Ketika baru menetap
dalam kehidupan pernikahan, fase kehidupan selanjutnya adalah mengembangkan
karir dan membesarkan anak-anak, hingga akhirnya anak-anak meninggalkan rumah
untuk membentuk keluarga mereka sendiri. Berikut merupakan fase kehidupan
berkeluarga :
1.
Menjalin
hubungan dan cinta yang romantis
·
Perjodohan
umumnya terjadi di masyarakat pra-industri.
·
Terjalinnya
hubungan berdasarkan cinta merupakan awal terjadinya pembentukan keluarga yang
baru.
·
Perbedaan
antara visi yang ideal dalam menjalani kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan
kekecewaan dan pernikahan yang gagal.
2.
Membesarkan
anak
·
Keluarga
besar diperlukan dalam masyarakat pra-industri karena anak-anak merupakan
sumber tenaga kerja yang dibutuhkan.
·
Ukuran
keluarga telah menurun dari waktu ke waktu akibat meningkatnya biaya membesarkan
anak.
·
Karena
lebih banyak perempuan memilih untuk pergi ke sekolah atau bergabung dengan
angkatan kerja, mengakibatkan sedikitnya anak yang lahir.
·
Perdebatan
mengenai siapa yang akan merawat anak-anak ketika kedua orang tua sama sama
bekerja.
3.
Kelurga
di kehidupan selanjutnya
·
Kepergian
anak-anak biasanya menimbulkan kekosongan dimana butuh penyesuaian untuk
terbiasa.
·
Transisi
akhir dalam pernikahan dimulai dengan kematian pasangan.
Komentar
Posting Komentar